Miris!! Anak 14 Tahun Sopiri Mobil & Tabrak 8 Motor

 

Miris!! Anak 14 Tahun Sopiri Mobil & Tabrak 8 MotorAnak berusia 14 tahun sopiri mobil hingga tabrak delapan pengemudi motor di Bantul, Yogyakarta. Berawal dari gantikan ayahnya menyetir, berikut deretan faktanya!

Sebuah mobil Kia Picanto dengan nomor polisi AD 1809 IC yang dikendarai EHS (14), warga Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menabrak delapan sepeda motor di Jalan Majapahit, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (27/1/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.
Akibat kejadian itu, satu orang meninggal dunia di lokasi, dua mengalami luka-luka.
Kecelakaan itu terjadi setelah EHS mengantikan ayahnya EW (50), menyetir karena merasa tidak enak badan saat berkendara.
 
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait dengan kecelakaan tersebut.
Berikut faktanya yang Kompas.com:

1. Kronologi kejadian
Anak 14 Tahun Sopiri Mobil & Tabrak 8 Motor, Ternyata Gantiin Ayah yang Sakit

Kanit Laka Lantas Polres Bantul Iptu Maryana mengatakan, kecelakaan itu berawal dari EHS menyetir setelah ayahnya EW merasakan tidak enak badan saat berkendara dari Klaten menuju Srandakan.
Sesampainya di perempatan blok O, lampu APILL menyala merah, diduga tak dapat mengendalikan kendaraannya bocah 14 tahun itu langsung menabrak tiga motor yang ada di depannya.
Ketiga motor itu yakni, Honda Supra Fit AB 3050 UF, Honda Supra X 125 K 3380 ATC dan Honda Beat AB 2026 ZJ saat berhenti di lampu APILL.
Tak hanya sampai disitu, akibat benturan itu menyebabkan tabrakan beruntun terhadap sejumlah kendaraan motor lainnya.
"Saat kejadian pengemudi Picanto tidak mampu menguasai laju kendaraanya dan menabrak beberapa kendaraan yang berhenti," kata Maryana, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (28/1/2021).
Akibat kecelakaan itu, sebagian besar motor korban mengalami kerusakan dan ringsek bagian depan dan belakang.
Sedangkan, mobil yang dikemudikan EHS mengalami kerusakan di bagian depan ringsek.

2. Satu orang tewas, dua luka-luka
Anak 14 Tahun Sopiri Mobil & Tabrak 8 Motor, Ternyata Gantiin Ayah yang Sakit

Kata Maryana, akibat kejadian itu, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, dua mengalami luka-luka.
Korban meninggal yakni pengedara motor Honda Supra Fit AB 3050 UF atas nama Safii Widodo (32), warga Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman.
"Korban meninggal dunia karena cedera berat pada kepala," ujarnya.

3. Keterangan orang tua pengemudi
Anak 14 Tahun Sopiri Mobil & Tabrak 8 Motor, Ternyata Gantiin Ayah yang SakitIlustrasi orangtua (Shutterstock)

Masih dikatakan Maryana, dari keterangan orang tua pengemudi, EW mengatakan bahwa anaknya sudah terbiasa menyopir.
Karena terbiasa menyetir, ayahnya pun meminta anaknya untuk mengemudi saat itu.
"Dari keterangan orangtua, si anak sudah terbiasa menyopir, tapi karena usia masih belum cukup dan kemungkinan belum cakap dalam mengambil keputusan.
Pada saat mengemudi kan konsentrasi hilang sehingga dalam mengambil suatu keputusan menjadi suatu berisiko fatal," kata Maryana saat dihubungi, Jumat (29/1/2021).
Maryana pun berharap para orangtua tidak membiarkan anak mengendarai kendaraan bermotor jika belum cukup umur.
"Memberikan ruang sama saja memberikan maut di pundaknya si anak," jelasnya.

4. Polisi: unsur kelalainnya masuk
Anak 14 Tahun Sopiri Mobil & Tabrak 8 Motor, Ternyata Gantiin Ayah yang Sakit

Usai kejadian itu, kata Maryana, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
"(Olah TKP) sudah dilakukan pada malam itu (27/1/2021), tadi juga sudah pertegas lagi di TKP.
Pemeriksaan saksi-saksi sudah kita lakukan," ujarnya.
"Yang jelas diduga pelaku jelas unsur kelalaiannya masuk.
Ya nanti dengan hasil penyelidikan nanti ya akan ditingkatkan ke penyidikan ya status si anak akan dijelaskan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," sambungnya.

5. Belum diperiksa
Anak 14 Tahun Sopiri Mobil & Tabrak 8 Motor, Ternyata Gantiin Ayah yang Sakit
Untuk pengemudi, sambung Maryana, belum dilakukan pemeriksaan.
Sebab, untuk memeriksa anak harus melibatkan orang tua, Bapas, Dinsos untuk mendampingi, dan nanti juga ada dari pihak Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).
"Untuk pengemudi belum, jadi pemeriksaan tidak bisa anak langsung diperiksa, harus ada pendampingan dari pihak terkait," jelasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Viral Emak-emak Curi Ponsel di Masjid Terekam CCTV

Aksi Gemas Gempi Ingin Jadi Tetangga Gading Marten, Gisella Anastasia Setuju?

WOW FIKI NAKI DAN DAYANA - KISAH CINTA PEREMPUAN KAZAKHTAN YANG JATUH HATI PADA YOUTUBER INDONESIA